Suatu alat yang digunakan untuk mengukur arus disebut ammeter karena menggunakan satuan pengukuran yaitu ampere.
Dalam konstruksi ammeter, resistor eksternal ditambahkan untuk menambah range dari jarum penggerak yang dihubungkan paralel, sedangkan kalau pada voltmeter dihubungkan seri. Hal ini karena kita ingin membagi arus yang akan diukur, bukan mengukur tegangannya, sehingga rangkaian paralel digunakan untuk membagi arus.
Misalkan pada voltmeter, kita lihat bahwa arus yang mengalir pada voltmeter terbatas, simpangan skala penuh terjadi pada saat arusnya hanya 1 mA.
Karena itulah voltmeter ini harus
dilebarkan range pengukurannya, dengan cara menera ulang skala
pengukurannya sehingga pembacaannya dapat dipakai untuk mengukur arus
yang besar. Contoh, bila kita ingin mendisain sebuah ammeter yang
memiliki range skala penuhnya sebesar 5 Ampere menggunakan meteran ini
(Voltmeter dengan skala penuh saat dialiri arus 1 mA), kita harus menera
ulang skala pembacaannya yaitu mencetak tulisan 0 A pojok sebelah kiri
kemudian 5 A di pojok sebelah kanan (bukan 0 mA hingga 1
mA). Berapapun range pengukuran yang ingin kita dapatkan, kita hanya
merangkai resistor paralel dengan ammeter, kemudian mencetak range skala
pembacaannya.
Misalkan kita ingin
melebarkan range pengukuran hingga 5 A, maka kita dapat menghitung
resistansi paralel yang dibutuhkan ( atau di rangkai shunt), sehingga
hanya arus 1 mA yang mengalir pada ammeter saat digunakan untuk mengukur arus 5 A bila diketahui resistansi internal ammeter sebesar 500 Ω.
Dari spesifikasi tersebut, kita dapat mengukur tegangan pada resistansi internal (resistansi jarum penunjuk) ammeter dengan hukum Ohm yaitu
E = IR = (1 mA) (500 Ω) = 0.5 V
Karena jarum penunjuk dirangkai paralel dengan resistor shunt, maka tegangan dari resistor shunt dan tegangan terminal ukurnya juga harus sama dengan tegangan resistansi internalnya (jarum penunjuk) yaitu sebesar 0.5 V.
Karena kita ingin mengukur arus input 5 A, maka dengan menggunakan hukum arus Kirchhoff, arus ini akan bercabang ada yang masuk ke ammeter,
dan akan ada yang melewati resistor shunt nya. Karena yang diinginkan
arus yang mengalir sebesar 1 mA pada jarum penunjuk, maka seharusnya
arus yang mengalir pada resistor shunt adalah sebesar
5 A = 1 mA + IRshunt
IRshunt = 5 A – 1 mA = 4.999 A.
Tegangan pada resistor shunt adalah 0.5 V
dan arus yang melewatinya adalah 4.999 A. Maka resistansi dari resistor
shunt yang diperlukan adalah
Rshunt = VRshunt / IRshunt = 0.5 V / 4.999 A = 100.02 mΩ
Pada kenyataannya, resistor shunt
“tambahan” ini biasanya dikemas dalam tempat berpelindung logam pada
ammeter tersebut, dan tidak terlihat. Perhatikan konstruksi ammeter dari
gambar berikut ini.
Untuk ammeter yang terintegrasi dengan AVOmeter, biasanya disediakan terminal khusus untuk pengukuran arus 5 A. Terminal inilah yang dihubungkan dengan resistansi shunt yang nilainya sangat kecil itu.
Contoh:
Misalkan kita ingin mendisain sebuah
ammeter yang digunakan untuk mengukur arus hingga 100 mA, apabila
ammeter itu menggunakan penunjuk yang memiliki arus maksimum Ifsd = 1 mA dan resistansi penunjuknya Rm = 2 kΩ. Berapa resistansi shunt yang diperlukan?















